New Personality, end of 2007

December 29th, 2007 by curlie

I just tried a little personality test (from Adilla’s Blog). I can’t remember what i was defined as in previous test But this new one, shorter and easier to understand, says definitely different thing about me.

You Are An ENFP
The Inspirer

You love being around people, and you are deeply committed to your friends.
You are also unconventional, irreverent, and unimpressed by authority and rules.
Incredibly perceptive, you can usually sense if someone has hidden motives.
You use lots of colorful language and expressions. You’re quite the storyteller!

In love, you are quite the charmer. And you are definitely willing to risk your heart.
You often don’t follow through with your flirting or professed feelings. And you do break a lot of hearts.

At work, you are driven but not a workaholic. You just always seem to enjoy what you do.
You would make an excellent entrepreneur, politician, or journalist.

How you see yourself: compassionate, unselfish, and understanding

When other people don’t get you, they see you as: gushy, emotional, and unfocused

A little thing that strikes me, the thinking that has been around my mind for a while. "what if we become the one that we fear of to be with". It’s not simpply a matter of pride of what we said in the past nor being inconsistent. Deeper into it, as what we do is real, to the world, not merely and unically to our heart.

dare to find out yours? here you go..

http://www.blogthings.com/whatsyourpersonalitytypequiz/

one

November 15th, 2007 by curlie

one would learn from experience

one would go-thorough laughter

one would (not) go for tears

one would say no and yes

one would hate

 

experience teaches

experience tells

but not chase away the hurt

 

one thinks

for more hurt and grins

 

knowing is not the joy

understanding is not the fun

nor is the trust

 

feeling is being alive

no one would gain anything

but left with much more than expected

 

48-hour deal closing, anoche.

semuanya lancar…

September 6th, 2007 by curlie

di suatu pembicaraan yang ga terlalu memojokkan, tapi membuat manda merasa perlu mencari jalan keluar, terucap ‘ya tapi ngejalaninnya terasa lancar semua’. untuk menekankan aja kalau yang kerasa it’s the right one. mudah2an sih begitu.

   

ga ada perlawanan. dibenarkan iya. diingatkan dengan bijaksana, ’segala sesuatu yang lancar, mungkin adalah ujiannya’. kena, tepat, di 2 target, hati dan logika. hati karena memang begitu, logika karena life will never be easy.

   

mulai berpikir… iya, there will be something big with this. baru mulai berpikir harus berhati2 dan ga se-ngoyo seperti biasanya. apalagi setelah mendapat loss yang lumayan besar. tapi masih merasa, alhamdulillah itu masih bisa fit in dengan jadwal yang sudah ada. malah membuat tambah bersyukur dan yakin kalau kemudahan2 ini menambahbenarkan semuanya.

   

ternyata, anything can happen in short time. when it’s determined to change, it will change… loss lain udah ada lagi. kenapa semua beruntun ya… di hari kamis. bukan karena hari, tapi karena memang sudah takdirnya. ikhlas, insya Allah.

   

ga berhenti bersyukur dan akan terus mencari hikmahnya. walau sudah ada hikmah yang memang sudah dimengerti dan dipahami betul. tapi 1 kejadian bukan karena hanya 1 alasan kan…

   

dari orang terdekat (dengan perubahan menjadi lebih halus :P), ‘ini peringatan’. setelah diperingatkan bahwa kemudahan2 ini mungkin ujian, sekarang sudah diberi peringatan… harus lebih hati2, ini no 1. rencana hanya sebuah rencana.

   

dalam hati, "ya Allah, terimakasih ya peringatannya… :)"

keriting

August 5th, 2007 by curlie

selagi berpikir di salah satu siang hari di Jakarta, kata yang ga asing muncul, keriting. kenapa ga asing? iya… karena kalo dipikir lebih jauh, ini kata yang umumnya dipake buat ngedeskripsiin gw pada umumnya <<blush>>
misal nih..
"manda yang mana sih?"
"itu lho, yang rambutnya keriting"

 

terus kenapa dengan keriting? gw sih suka suka aja dibilang keriting, emang kenyataannya. dan lagi, menurut gw sih, rambut keriting lebih cantik daripada rambut lurus =p. jaman masih muda dulu, coba deh baca komik jepang, apa lagi yang ada balet2nya, kebanyakan tokoh2 manisnya berambut keriting.

 

tapi tampaknya, dunia umum kurang menyukai keriting. lurus lebih populer, lebih cantik. coba aja liat iklan shampoo, hair tonic, ato hair gel. semua produk rambut ini menampilkan model berambut lurus. padahal kalo di Indonesia, ga susah lho cari model berambut keriting. inget2 deh sebelum trend rebonding, banyak temen gw yang berambut keriting =p. walo gw ga tau statistiknya, tapi gw yakin, orang Indonesia masih banyak yang genetisnya keriting, ga kaya di Singapore. tapi kayanya mereka takut produk rambutnya ga laku kali ya…

 

coba deh yang lagi ga ada kerjaan, tongkrongin TV seharian, itung iklan yang modelnya berambut keriting…. jaraaaaang banget. sampe iklan motor ato supermie yang buat dimakan, modelnya pasti cantik2. atau dengan kata lain, ramping, berkulit putih, tinggi etc dan pastinya berambut lurus. variasi paling cuma di kepanjangan. ada yang berambut pendek bergaya cool dan lurus, atau berambut panjang yang bergaya feminim, lagi2 lurus.

 

kenapa ya bukan keriting yang diasosiasikan dengan cantik? padahal jujur deh, misalnya gw ga dilahirkan dengan rambut keriting juga (emang gw lahir lurus =p), gw personally akan bilang cewe rambut keriting lebih menarik.

 

kalo tadi nurutin saran gw buat nonton TV seharian, dan pas nonton CANDY di salah satu TV swasta, coba perhatiin Candy-nya. gw ga tau asal muasal ceritanya, tapi menurut gw, cerita ini mirip banget sama buku komik jaman dulu, "Candy Candy". nama tokoh n jalan ceritanya mirip banget, hanya ada penyesuaian bahasa n jalan cerita sedikit. dulu juga kalo gw ga salah inget, sempet ada juga film kartun "Candy Candy" di stasiun yang sama. theme songnya  yang  mulainya "Biar  biarlah aku begini…". ini masih sama dengan buku aslinya. 

 

balik ke yang versi cerita Indonesia, ada perubahan yang major (menurut gw), tokoh utamanya kenapa berambut lurus ya? emang segitu susahnya cari aktris berbakat yang berambut keriting? karena gw ga ada background media atau perfilman, gw cuma bisa nanya2 aja, kenapa yah? kalo alasan yang pastinya sih gw ga tau.

 

secara general, emang keriting bukan asosiasi untuk kata cantik disini. suatu hari,di belahan dunia yang keriting lebih banyak,    saat gw mo beli shampoo, gw seneng banget, ditulis gitu ‘buat rambut keriting’ ;).   it’s only a matter of place (and time).

 

following common phrase "big is beautiful", let the whisper "curly is beautiful" spread to the air.

Holiday

August 3rd, 2007 by curlie

As i have been back in Jakarta for quite some time, i am supposedly to adapt to Jakarta life, or in other words holiday life. Holiday? Yup, i got 2 X 1 month holiday. That’s not bad at all. Continuing the story, it is everytime-eating-time and becoming-fat-time, not mentioning feeling-all-the-clothes-suddenly-shrink time. It’s not about me, it’s just simply coz it’s holiday isn’t it…

 

Besides all the eating phase, i also have what it’s called entertainment phase. It’s not all the time of course, as i said earlier, I have eating time. So my holiday is around those two words. Sometimes, it is eating time, the other time you are checking on me, it’s entertainment time….

 

For most of my friends who are trying really hard to their new life, or more appropriately mentioned as WORKING…. Good luck (followed by an evil laugh)…Well, don’t worry, i would say that my holiday life almost ends. As one of friends of mine has reminded me, it’s soon that i will see the end line of holiday. 6 weeks more to go? No, it’s already less than that. What i am seeing is the clock doesn’t stop ticking, and lesser time ahead. Soon, i will be back on the similar hardship. *hehehe*. So, life is fair enough. No one would be in holiday forever ;). 

 

BONNE CHANCE and BUENA SUERTE…

Wishing you all the best.

LOVE - Little Or Vast Emotion

July 30th, 2007 by curlie

Love is patient, love is kind

it does not envy, it does not boast, it is not proud.

It is not rude,

it is not self-seeking, it is not easily angered, it keeps no record of wrongs.

 

Love does not delight in evil but rejoices with the truth.

It alwyas protect, always trusts, always hopes, always perserveres.

 

Love never fails….

 

* checking, is it well defined

**meng-copy dari satu sumber

karma

May 27th, 2007 by curlie

karma [kahr-muh] is defined as complicated as ‘<Theosophy>. the cosmic principle according to which each person is rewarded or punished in one incarnation according to that person’s deeds in the previous incarnation. ‘

 

As my dictionary does not define incarnation to exist, i would say it’s for every deeds that we did in any single second of our life. And the reward/ punish will come afterwards. In short, there is one life and yet karma still takes place.

 

I may sound too naive - you could say this. It’s just a thinking that being flagged to avoid bad deeds. To have this in mind you will not want to be bad guy which will be getting bad things. Nope, it’s not. Because good deeds, at least for me, are not there in the first place in hoping for good things afterwards. It’s as sincere as bad deeds done inconsciously.

 

I am not gonna looking back for causes of what’s happening now. I would rather to be more careful of present instead.

Choices for Life

May 11th, 2007 by curlie

Life is about choice

Most of them are made of us

You can’t choose when you are born

You can’t choose where you are born

You can’t choose your family

You can’t even choose who to love

But, you can choose how to love

It’s actually only few things that have been pre-chosen for us which usually are taken for granted. Nothing much, nothing more for anything but thankful.

balonku terbang

April 21st, 2007 by curlie

siang itu, ada anak kecil berjalan ke arahku. mukanya merah, napasnya tak teratur. isakannya masih terdengar. ia tampak habis menangis, dan tampak masih sedih.

 

kuberanikan diriku, ‘kenapa dik?’. dia tak menjawab dan memilih untuk duduk di bangku taman itu. kepalanya tertunduk, ia ragu untuk bercerita kepadaku. tangannya menahan semua badannya, kakinya mulai diayunkan seiring napasnya. aku hanya bisa menemaninya duduk disana, kuambil permen yang ada di kantongku. ‘dik, permen’. ia tersenyum kecil, ‘makasih kak =)’.

 

sepoi2 angin siang itu terasa nyaman. matahari yang masih bersinar, dan suara anak2 yang bermain di salah satu ujung taman. kuharap adik kecil ini juga merasakan betapa indahnya siang itu, dan tidak bersedih lagi. ia terlihat pintar, sopan n santun. ia sedih, sangat dalam mungkin. tapi terlihat ia bisa mengontrol perasaannya. bukan menangis, merengek2 seperti anak kecil lain yang biasa kutemui.

 

‘kakak lihat balon2 itu? aku punya satu kemarin kak’ dia menunjuk sekumpulan balon terbang di angkasa. ‘iya, bagus sekali ya, sekumpulan jadi warna warni’ ku mengiyakan. ‘apa warna balonmu?’ ku berusaha mendengarkan, siapa tahu rasa sedihnya berkurang. ‘bening kak, aku senang, aku bisa melihat segala warna dengannya’ ia menjawab. ‘pasti bagus, kamu dapat dari mana?’ ku tersenyum mendengar jawabannya. pintar anak ini.

 

‘ada yang memberikan balon itu kemarin. aku sangat senang. itu satu2nya balon bening yang orang itu punya. itu balon istimewa untukku kak’ dia mulai menatapku. aku bisa melihat mata kecilnya berbinar2 saat menceritakannya padaku.

 

‘kamu pasti telah menjaga balon itu dengan hati2 ya’.

‘iya kak, sejak balon itu diberikan, aku pegang erat2. ketika aku harus pergi ke kelas, aku bawa bersamaku. ingin lebih lama bermain dengannya, aku pulang lebih cepat dan tak ikut kegiatan hari itu di kelas. aku takut balon itu terbang karena angin yang begitu kencangnya kemarin, maka aku pulang menjalani jalan yang lebih panjang dari biasanya. aku lewati gang kecil di belakang sekolah yang tak pernah kulewati sebelumnya. ku tidak bisa melihat pemandangan di taman ini, seperti apa yang biasa kulakukan dengan teman2ku sepulang sekolah. aku senang, siang itu, ku sampai di rumah dan balon itu masih di tanganku, utuh’.

 

anak kecil ini sangat suka balon pikirku. ‘wah, kamu tampak tahu bagaimana menjaga sebuah balon’.

 

‘ini balon pertamaku kak. aku tak ingin ia terbang dengan cepatnya. setelah makan siang, aku keluar bermain berasama kakakku selama 1 jam. setelah kembali, balon itu masih disitu tapi tampak tak sebagus pertama ku mendapatnya kak. aku tak bisa melihat hal lain dengannya sejelas dulu. aku senang saat bisa melihat merah dibalik balon itu sejelas merah. tapi itu telah berubah. aku pikir, karena kutinggal bermain. lalu, aku tetap menjaganya, aku bawa bersamaku ke taman, berharap semua kembali seperti awal. tapi tidak kak.’

 

‘nanti kamu akan belajar lebih banyak, ada alasan di belakang suatu perubahan, walau tak selalu.’

 

‘iya kak, mungkin suatu saat nanti. sepanjang sore kubawa bermain. saat pulang ke rumah, kutinggal balon itu di kamar, karena ku harus mandi n makan malam bersama keluarga. karena aku takut balon itu berubah lagi seperti saat kutinggal bermain dengan kakakku, kali ini kubiarkan balon itu menyentuh langit2 kamarku. aku pikir, kubisa gapai lagi nanti saat ku kembali.’

 

‘tentu kamu bisa, kamu naik ke tempat tidur n gapai setelahnya?’

‘iya kak… saat ku kembali balon itu ada di tengah ruangan. walau tetap berada di kamarku, kutak bisa menggapainya. n aku capai kak sehari bermain bersama balon itu. setelah bersiap2 tidur, n balon itu tak berubah tempat. aku tak punya tenaga untuk mengambilnya. aku pikir, malam itu aku tidur saja, karena hari ini libur, aku pasti akan bisa bermain lagi lebih lama dengan balon itu. lalu aku tidur.’

 

‘ya terkadang kamu tak bisa mendapat semua apa yang kamu mau.’

 

‘iya, malam itu aku bermimpi panjang kak. dari senangnya hatiku, sampai mimpi buruk yang tak pernah aku bayangkan. aku terbangun pagi ini lemas kak. dalam mimpiku aku harus berlari terus tanpa terlihat ujung dimana aku bisa berhenti.’

‘berdoa sebelum tidur kadang bisa menenangkan mimpi kita =). mungkin kamu khawatir berlebihan ya dik.’

 

‘iya mungkin kak… pagi ini aku langsung terduduk. dan aku bangun menuju jendelaku. membukanya, kuingin melihat sinar matahari pagi ini. kuharap semua mimpi burukku hilang dengan sinarnya. aku buka jendela itu, lalu dari kamarku ku bisa lihat taman ini. burung2 berkicau, matahari bersinar, hembusan angin di dedaunan pohon2 itu. aktfitas pagi hari yang tak sempat kulihat kemarin, karena mungkin, ku terlalu sibuk dengan balon itu. ku diam sejenak kak, lalu angin berhembus kencangnya ke dalam kamarku. kencang kak. dan balon ku terbang bersama angin itu. jauh ke tengah taman ini, dan tinggi ke angkasa.’

‘itu sebab kamu sedih? kamu mau kakak belikan balon lagi?’

 

‘bukan itu kak. bukan karena hanya balon itu ada atau tidak ada. tapi waktu hanya 1 hari. orang yang memberikannya padaku berjanji memberikan balon  yang lain jika aku masih memilikinya. dan aku bisa memiliki 2 balon hari ini. tapi aku tak bisa kak. aku lihat teman2ku memiliki banyak balon di tangan mereka. ketika semua berbeda warna, sangat bagus.’

 

‘tapi kakak lihat kamu sudah berusaha untuk menjaga balon itu. bukan salah kamu kalau akhirnya balon itu lepas. kamu bilang, ada angin yang berhembus membiarkan balon itu terbang.’

 

‘tapi tampaknya aku harus bisa menghindari angin itu kak… ‘

 

‘mungkin kamu bisa. tapi tidak setiap saat kamu bisa mengendalikan semuanya. karena kamu bukan pengatur segala. rencana kamu pun bisa gagal karena kehendak yang lain.’

 

‘….’

 

‘ kakak mengerti karena sebelumnya kakak sama seperti kamu. yang paling kakak ingat, kakak punya 3 balon, tapi sama, angin menghembuskan 3 balon itu pada saat yang bersamaan. bukan berarti kamu tak bisa menjaga balon. ‘

 

‘orang dewasa seperti kakak, tentunya tak ingin bermain balon lagi kan? jadi hal ini tak masalah untuk kakak.’

 

‘iya, mungkin kita tak perlu balon. tapi anggap balon itu seperti hal yang indah untuk dilihat, tapi kamu punya pengorbanan untuk dijalankan, supaya tetap bisa melihat balon itu kan.. nah orang dewasa akan perlu menjalankan pengorbanan yang lebih besar untuk sesuatu yang tak terlihat nyata, berbeda dengan balon itu. setelah pengorbanan besar dalam 3 balon itu, kakak tahu bagaimana pengorbanan itu. dan kakak senang akhirnya menjalankan itu sekarang, setelah melepas balon2 yang sudah mengajarkan kakak.’

 

‘kok saya merasa seperti sia2 usaha saya 1 hari itu menjaga balon itu kak.’

 

‘tak ada yang sia2. di beberapa orang, kadang balon itu disimpan, walau ukurannya mengecil karena waktu. cerita yang berbeda untuk tiap manusia. teman kakak sudah terlatih, untuk 7 balon, dia jaga balon itu seminggu. walau saat itu dia harus membawa balon itu ke luar kota. dia berpikir balon itu tak akan lepas, hanya akan mengecil dan masuk terus dalam pengorbanan dia selnjutnya. tapi nyatanya tidak, balon itu terbang  pada akhir minggu itu.tapi kakak yakin, teman kakak itu tidak sia-sia. selama 7 hari tentu ia sudah belajar banyak.’

 

‘iya kak… aku bingung melihat orang dewasa.’

 

’semua orang belajar menjadi dewasa dengan menjad dewasa. saat kamu takut, kamu akan menunda itu semua, dan itu tak terjadi. tapi, satu hal, belajar pengorbanan itu banyak cara. tak hanya dengan menjaga balon. terkadang, membiarkan balon itu lepas, ikhlas, itu juga pengorbanan. jangan terlalu fokus dengan hal ini.. menjadi dewasa lebih dari balon2 itu. kamu ingat balon yang tadi kita lihat di angkasa… kita bisa melihat keindahannya saja, walau mungkin cuma sesaat dan singkat daripada memilikinya.’

   

‘mungkin kak, lebih tepatnya there was a time for me, and now it’s not the time. i will just wait till the next right time’

‘iya kira2 begitu.’

 

‘makasih ya kak’.

ia memelukku erat. raut mukanya lebih cerah. walau aku masih bisa lihat keraguan dan tanda tanya. tapi asal itu tidak dominan, itu normal. tak ada dari kita hidup tanpa tanda tanya. karena pertanyaang2 yang kita punya, hanya waktu yang bisa menjawab.

 

*lunch kita 2 April’07, how i can forget the numbers ;)*

hesitation

April 16th, 2007 by curlie

for any reason why one would have hesitation it depends on them and varies from one to another.

i just thought of type of hesitation i would have over something. generally, if i don’t know well the person, it will be the case. even though the person says clearly ‘don’t hesitate for anything’, i would still hesitate.

 

however, i just realized the real reason of me being hesitated. there are two types of condition where my hesitation will be addressed to.

 

first, the hesitation for a request that i know it will be rejected. one says it’s just that you are not putting your effort hard enough. or other says ‘the worst answer you will get is no’. but sometimes it’s better to keep the answer not out by requesting nothing. like a friend of mine said, ‘it’s good to be opportunist, but not all the time as it can be irritating’. indeed, sometimes it’s better to ask nothing and allowing that space to be filled for more prompt opportunity next time or by someone else who doesn’t mind helping. all i want to say, why would we hope for one to offer hand while knowing it isn’t possible. not only about getting the wish granted or rejected, there are more beyond that. more things that are better not revealed for everyone’s good.

 

the 2nd type is hesitation over something that i know for sure will be granted in any case. it’s hard to believe, but it does exist, wishes that will definitely be granted in any case. it’s not a solution for the wishes rejected in the first example. i feel bad if i have to use these last resources. one lesson i learnt and tried to apply, despite the wishes are granted, it doesn’t mean to take it for granted. for what i always believe, it will run in the cycle or in tree branches networking i would prefer to say.

 

[ hesitation = a state of doubt or uncertainty]

you wouldn’t hesitate when you believe

when there’s no belief, one couldn’t expect hesitation nor anything